Cara Membuat Website Bisnis dengan AI, Tanpa Perlu Bisa Coding
Cuma 1,36 persen pelaku usaha di Indonesia yang punya website sendiri, sisanya masih mengandalkan WhatsApp. Ini panduan langkah demi langkah membuat website bisnis pakai AI, dari prompt pertama sampai online.

Menurut Survei BPS 2024 yang dikutip dalam laporan Kinerja PMSE Indonesia 2025 Kementerian Perdagangan RI, 94,76 persen pelaku usaha di Indonesia masih mengandalkan aplikasi pesan instan seperti WhatsApp untuk berjualan. Hanya 1,36 persen yang sudah punya website sendiri. Padahal penetrasi internet di Indonesia sudah mencapai 80,66 persen dengan 229,4 juta pengguna, dan nilai transaksi e-commerce tembus Rp1.288,93 triliun pada 2024.
Kesenjangan ini bukan karena pemilik bisnis tidak mau punya website. Alasan paling umum adalah persepsi bahwa bikin website itu mahal, ribet, dan butuh developer. Sekarang, dengan AI website builder, proses itu bisa dipangkas jadi hitungan menit lewat percakapan biasa. Berikut langkah-langkahnya.
1. Tentukan kebutuhan website kamu dulu
Sebelum mulai, pikirkan dulu website ini buat apa: profil perusahaan, katalog produk, landing page promosi, atau aplikasi dengan sistem pemesanan dan admin panel. Kejelasan ini penting karena akan menentukan prompt yang kamu tulis ke AI. Semakin spesifik kebutuhan, semakin relevan hasil yang dihasilkan AI di percobaan pertama.
2. Tulis prompt yang jelas, bukan cuma "buatkan website"
Prompt yang efektif biasanya menyebutkan tiga hal: jenis bisnis, halaman yang dibutuhkan, dan gaya visual yang diinginkan. Misalnya: "Buatkan landing page untuk bisnis kedai kopi, dengan halaman menu, galeri, lokasi, dan form reservasi meja, gaya modern dan hangat dengan warna coklat dan krem." Builder TanpaNgoding AI punya panel FAQ & Tips Prompting bawaan yang kasih contoh siap pakai kalau kamu masih bingung mulai dari mana, bisa dicek di tutorial FAQ & Tips Prompting.
3. Biarkan AI membangun, lalu review hasilnya di preview
Setelah prompt dikirim, AI akan membangun halaman secara otomatis di background, mulai dari struktur, styling, sampai logika dasar kalau ada fitur seperti form atau CRUD. Kamu bisa memantau proses ini dan cek hasilnya langsung di preview real-time. Kalau ada bagian yang belum pas, cukup klik elemen yang mau diubah lewat fitur Select Element, AI otomatis paham konteks halaman mana dan elemen mana yang dimaksud tanpa kamu harus jelaskan panjang lebar.
4. Cek tampilan di berbagai ukuran layar
Website yang bagus di desktop belum tentu nyaman dilihat dari HP, padahal mayoritas pengunjung website bisnis di Indonesia mengakses lewat perangkat mobile. Sebelum publish, cek dulu tampilan di mode desktop, tablet, dan HP langsung dari builder lewat Device Mode, tanpa perlu buka perangkat fisik satu-satu.
5. Publish dan siapkan domain sendiri
Setelah puas dengan hasilnya, langkah terakhir adalah publish. TanpaNgoding AI menyediakan subdomain gratis untuk mulai, dan kamu bisa hubungkan domain sendiri kalau website ini untuk keperluan bisnis yang serius. Detail lengkapnya ada di tutorial publish project.
Yang perlu diingat: AI mempercepat proses, bukan menggantikan kontrol kamu
Membuat website dengan AI tidak berarti kamu lepas tangan sepenuhnya. Hal-hal seperti API key, password admin default, dan data pelanggan tetap jadi tanggung jawab pemilik project, seperti yang sudah dibahas di artikel soal bikin web dengan AI tapi tetap aman. Yang berubah adalah waktu dan biaya untuk mulai jadi jauh lebih kecil, dari yang tadinya butuh developer dan berminggu-minggu, sekarang bisa dimulai sendiri dalam satu sesi chat.
Kalau kamu termasuk bagian dari 94,76 persen pelaku usaha yang masih mengandalkan WhatsApp untuk berjualan, punya website sendiri bukan lagi soal gengsi, tapi soal kesiapan bersaing di pencarian Google dan kepercayaan pelanggan yang mengecek bisnis kamu secara online sebelum memutuskan membeli. TanpaNgoding AI dibangun khusus untuk menjawab kebutuhan itu lewat website bisnis dengan AI yang bisa kamu mulai sendiri hari ini.