Langsung ke konten
Berita & Update
October 28, 2026 10

Fitur Baru Periksa Keamanan: Audit Celah Aplikasi Buatan AI dengan Satu Klik

Riset Veracode menemukan sekitar 44 persen tugas penulisan kode oleh AI memunculkan celah keamanan. Lewat fitur baru Periksa Keamanan, kamu bisa meminta agent TanpaNgoding AI memeriksa seluruh kode project, lalu menerima laporan yang diurutkan dari P0 sampai P3 lengkap dengan saran perbaikannya.

Fitur Baru Periksa Keamanan: Audit Celah Aplikasi Buatan AI dengan Satu Klik

Membuat aplikasi dengan AI sekarang cukup dengan menjelaskan apa yang kamu mau. Masalahnya, aplikasi yang terlihat berjalan normal belum tentu aman. Menurut 2026 GenAI Code Security Report dari Veracode, sekitar 44 persen tugas penulisan kode oleh AI dalam pengujian mereka memunculkan celah keamanan yang berisiko. Rata-rata tingkat lolos uji keamanan semua model yang diuji hanya 56 persen, nyaris tidak berubah dari 55 persen pada laporan sebelumnya.

Karena itu, mulai hari ini builder TanpaNgoding AI punya fitur baru bernama Periksa Keamanan. Dengan satu klik, agent akan memeriksa seluruh kode project kamu, lalu memberikan laporan celah keamanan yang diurutkan berdasarkan tingkat risikonya.

Kenapa aplikasi buatan AI perlu diaudit

Angka dari Veracode bukan satu-satunya sinyal. Menurut catatan riset Cloud Security Alliance, proyek Vibe Security Radar milik Georgia Tech mencatat enam CVE (kerentanan yang tercatat resmi) yang bersumber dari kode buatan AI pada Januari 2026. Jumlahnya naik menjadi lima belas pada Februari dan tiga puluh lima pada Maret, hampir enam kali lipat dalam dua bulan.

Dampaknya juga sudah terasa di aplikasi yang benar-benar dipakai orang. Android Headlines, mengutip laporan Wired, memberitakan temuan perusahaan keamanan RedAccess tentang sekitar 5.000 aplikasi web buatan AI builder populer yang nyaris tanpa pengamanan. Sebagian bahkan terindeks Google, dan isinya mulai dari data penjualan, strategi bisnis, sampai percakapan pasien.

Polanya mirip dengan yang pernah kami bahas di artikel 434 bug yang ditemukan di 28 aplikasi vibe coding. Celah yang paling sering muncul bukan kesalahan ketik, melainkan hal mendasar seperti halaman yang bisa dibuka tanpa login, pengguna yang bisa melihat data milik pengguna lain, atau kunci rahasia yang tertulis langsung di kode. Masalah seperti ini sulit terlihat kalau kamu tidak membaca kodenya, dan kebanyakan pemilik bisnis memang tidak membaca kode.

Cara menjalankan Periksa Keamanan

Contoh di bawah memakai project aplikasi kasir bernama "Aplikasi Kasir Ku".

Step 1: Buka Pengaturan Project

Buka project kamu di builder, lalu klik nama project di pojok kiri atas. Dari menu yang muncul, pilih Pengaturan Project.

Menu dropdown nama project di builder TanpaNgoding AI dengan pilihan Pengaturan Project

Step 2: Pilih Periksa Keamanan, lalu klik Mulai Audit

Di jendela Pengaturan Project, pilih menu Periksa Keamanan. Di sini ada ringkasan apa saja yang dicek dan bagaimana laporannya disusun. Klik tombol Mulai Audit untuk memulai.

Halaman Periksa Keamanan di Pengaturan Project dengan penjelasan audit dan tombol Mulai Audit

Step 3: Permintaan audit terkirim ke agent

Jendela pengaturan tertutup dan permintaan audit langsung terkirim ke agent di panel chat. Isi permintaannya terlihat utuh di chat, jadi tidak ada instruksi tersembunyi.

Permintaan audit keamanan yang terkirim otomatis ke panel chat, berisi daftar area yang dicek dan level P0 sampai P3

Agent kemudian memeriksa beberapa area yang paling sering menjadi sumber masalah:

  • Login dan hak akses, termasuk halaman yang tidak terlindungi dan pengguna yang bisa membuka data milik orang lain.
  • Injeksi, seperti SQL injection dan XSS, yaitu celah yang memungkinkan penyerang menyisipkan perintah lewat form atau URL.
  • Validasi input dan upload file, supaya data dan file yang masuk tidak bisa disalahgunakan.
  • Kunci rahasia yang bocor, misalnya password database atau API key yang tertulis langsung di kode.
  • Konfigurasi berbahaya, seperti mode debug yang masih aktif atau pengaturan cookie dan sesi yang longgar.
  • Batas percobaan login dan dependency yang rentan.

Laporan dari P0 sampai P3

Hasil audit dikelompokkan menjadi empat tingkat, supaya kamu tahu mana yang harus dibereskan lebih dulu:

  • P0 (kritis): celah yang bisa langsung dieksploitasi atau membocorkan data. Ini yang perlu diperbaiki sebelum aplikasi dipakai banyak orang.
  • P1 (tinggi): celah serius yang butuh kondisi tertentu untuk dimanfaatkan.
  • P2 (sedang): kelemahan yang sebaiknya dibenahi, tapi tidak mendesak.
  • P3 (rendah): penguatan tambahan supaya aplikasi makin kokoh.

Setiap temuan berisi judul masalah, lokasi file, penjelasan risikonya dalam bahasa yang mudah dipahami, dan saran perbaikannya. Kalau satu tingkat tidak punya temuan, laporan akan menyebutkannya dengan jelas, jadi kamu tidak perlu menebak-nebak.

Pada aplikasi kasir contoh ini, agent menemukan temuan P0 berupa fitur login Google yang tidak memverifikasi tanda tangan token. Artinya, siapa pun bisa membuat token palsu dan masuk sebagai admin. Laporan menyebutkan lokasi filenya, menjelaskan risikonya, dan memberi catatan bahwa celah ini belum bisa dieksploitasi karena belum terhubung ke halaman mana pun, tapi tetap berbahaya begitu diaktifkan.

Laporan audit bagian P0 Kritis berisi temuan login Google tanpa verifikasi token, lengkap dengan lokasi file dan penjelasan risiko

Agent tidak mengubah apa pun sebelum kamu setuju

Selama audit berjalan, agent bekerja dalam mode baca saja. Agent bisa membaca seluruh kode, tapi tidak bisa mengubah satu file pun. Aplikasi kamu tetap sama persis seperti sebelum audit.

Di akhir laporan, agent akan bertanya bagian mana yang ingin kamu perbaiki: semuanya, per tingkat (misalnya P0 dan P1 dulu), atau temuan tertentu saja. Kamu cukup membalas lewat chat seperti biasa, dan agent akan mulai memperbaiki sesuai pilihan kamu.

Di contoh ini, kami meminta P0 dan P1 diperbaiki lebih dulu. Setelah selesai, agent merangkum apa saja yang diubah dan sudah dites, lalu menawarkan untuk melanjutkan ke temuan P2 dan P3 yang tersisa. Cara ini membuat kamu tetap memegang kendali atas perubahan di aplikasi sendiri.

Ringkasan perbaikan dari agent setelah P0 dan P1 selesai, diakhiri pertanyaan apakah mau lanjut memperbaiki P2 dan P3

Kapan sebaiknya menjalankan audit

Audit memakai saldo token seperti chat biasa, jadi tidak perlu dijalankan setiap kali ada perubahan kecil. Waktu yang paling tepat adalah:

  • Sebelum aplikasi di-publish untuk pertama kali.
  • Setelah menambahkan fitur yang menyentuh data sensitif, seperti login, pembayaran, atau data pelanggan.
  • Setelah perubahan besar pada struktur aplikasi.

Satu hal yang perlu diingat, audit oleh AI membantu menemukan banyak masalah umum dengan cepat, tapi tidak menjamin aplikasi bebas dari semua celah. Untuk aplikasi yang mengelola data sangat sensitif atau transaksi bernilai besar, audit oleh profesional keamanan tetap layak dipertimbangkan. Riset Apiiro yang kami bahas di artikel AI menulis kode makin cepat, tapi bug-nya makin menyusup ke arsitektur menunjukkan kenapa pemeriksaan rutin itu penting: semakin cepat kode ditulis, semakin cepat pula celah ikut masuk.

Fitur Periksa Keamanan sudah bisa kamu pakai sekarang di semua project builder TanpaNgoding AI.

Sumber

Artikel Terkait

Mau bikin aplikasi seperti ini?

Ceritakan kebutuhanmu satu prompt — AI TanpaNgoding membangun aplikasi web lengkap dengan admin panel, database, dan siap publish.