Ide Project #2: Bikin Kalkulator BMI dalam Satu Prompt
Lanjutan seri "Ide Project": kalkulator BMI dengan form input, hasil berwarna sesuai kategori, dan saran kesehatan, semuanya dibuat dari satu prompt saja.

Setelah bagian pertama seri "Ide Project" membahas landing page company profile, kali ini kita masuk ke jenis project yang berbeda: aplikasi tools ringan dengan logika perhitungan di dalamnya. Kalkulator BMI (Body Mass Index) jadi contoh yang pas karena sederhana untuk dibuat, tapi tetap punya elemen yang berguna dipelajari, yaitu form input, logika hitung, dan tampilan hasil yang berubah sesuai kondisi. Kalau kamu belum tahu cara bikin project baru dan mengirim prompt pertama di TanpaNgoding AI, baca dulu Ide Project #1: Bikin Landing Page Company Profile dalam Sekali Prompt. Artikel ini langsung fokus ke prompt dan hasilnya saja.
Satu Prompt untuk Semua Kebutuhan
Sama seperti seri sebelumnya, project ini dibuat dari satu prompt yang lengkap. Prompt yang dikirim berisi permintaan form input berat dan tinggi badan, tombol hitung, serta hasil BMI dengan kategori berwarna berbeda:
"Buatkan aplikasi kalkulator BMI (Body Mass Index) sederhana. Ada form input berat badan (kg) dan tinggi badan (cm), tombol hitung, lalu tampilkan hasil BMI beserta kategorinya (kurus, normal, gemuk, obesitas) dengan warna berbeda tiap kategori. Tampilan simpel dan mobile friendly."
AI Langsung Bekerja: Proses di Balik Layar
Setelah prompt dikirim, AI langsung masuk ke mode BUILD tanpa perlu klarifikasi tambahan karena permintaannya sudah cukup jelas. Di panel chat sebelah kiri, kamu bisa melihat proses berpikir AI secara langsung, mulai dari membaca skill desain, memutuskan pendekatan (dalam kasus ini AI memilih membuat komponen Livewire), sampai membuat file satu per satu.
Proses ini biasanya memakan waktu sekitar satu menit untuk project sesederhana kalkulator BMI. Setelah selesai, AI memberikan ringkasan perubahan (recap) yang mencantumkan file apa saja yang dibuat dan hasil verifikasi kode sebelum preview di sebelah kanan otomatis dimuat ulang.
Hasil Jadi: Form Kalkulator BMI
Hasil akhirnya adalah halaman kalkulator dengan judul, form input berat dan tinggi badan, tombol hitung dengan gradasi warna, serta bagian skala kategori di bagian bawah yang menjelaskan rentang tiap kategori BMI.
Mencoba Kalkulatornya
Untuk memastikan logikanya benar-benar berfungsi, kita isi contoh angka: berat badan 70 kg dan tinggi badan 165 cm, lalu klik tombol Hitung BMI.
Hasilnya langsung muncul di bawah tombol: BMI 25.7 dengan kategori "Gemuk" berwarna kuning keemasan, lengkap dengan saran singkat untuk menjaga pola makan dan meningkatkan aktivitas fisik. Kategori ini otomatis berubah warna sesuai rentang, misalnya biru untuk kurus, hijau untuk normal, dan merah untuk obesitas, sesuai dengan yang diminta di prompt awal.
Kenapa Cocok Dijadikan Project Latihan
Kalkulator BMI termasuk level "Gampang" di seri Ide Project karena hanya butuh satu halaman tanpa database. Meski begitu, project ini tetap mengajarkan konsep penting: bagaimana AI menerjemahkan permintaan logika (rumus dan kategori) menjadi kode yang benar-benar berfungsi, bukan cuma tampilan statis. Kamu bisa memakai pola prompt yang sama untuk membuat kalkulator lain, misalnya kalkulator cicilan, kalkulator zakat, atau konversi satuan, cukup ganti rumus dan kategorinya di prompt.
Itulah cara bikin kalkulator BMI di TanpaNgoding AI hanya dengan satu prompt. Selanjutnya kita akan lanjut ke level berikutnya di seri "Ide Project" dengan project yang sedikit lebih kompleks.
Artikel Terkait

Ide Project #1: Bikin Landing Page Company Profile dalam Sekali Prompt
Bagian pertama dari seri "Ide Project" dari gampang ke berat. Mulai dari yang paling sederhana: landing page company profile, lengkap dari hero sampai form kontak, hanya dari satu prompt.

Chat dengan AI Makin Panjang, Hasilnya Makin Melenceng: Kapan Sebaiknya Kamu Mulai Sesi Baru
Riset Microsoft dan Salesforce terhadap lebih dari 200.000 simulasi percakapan menemukan performa AI turun rata-rata 39 persen saat instruksi diberikan sedikit demi sedikit dalam satu chat panjang. Kabar baiknya, solusinya sederhana: tahu kapan harus berhenti menambal dan mulai sesi baru.

Prompt yang Bagus Itu Bukan yang Paling Panjang: Tiga Hal yang Terbukti Bikin AI Paham Maksud Kamu
Riset terhadap 265 percakapan developer dengan ChatGPT menemukan bahwa panjang prompt bukan penentu hasil. Yang menentukan adalah seberapa jelas tujuannya, seberapa lengkap konteksnya, dan apakah kamu memberi tahu AI cara mengecek hasilnya sudah benar.

TanpaNgoding AI v2 Resmi Rilis: Bikin Aplikasi Lebih Hemat Token dan Bebas Pilih Teknologi
TanpaNgoding AI v2 bikin proses membuat aplikasi jadi lebih pintar, lebih hemat saldo token, dan nggak lagi terpaku ke satu jenis teknologi. Aplikasi yang sudah online juga lebih aman dari gangguan saat kamu sedang mencoba perubahan baru.

Riset ICSE 2026: Muncul Kelas Baru Pembuat Aplikasi yang Bisa Bikin tapi Tidak Bisa Memperbaiki
Sebuah riset yang dipresentasikan di konferensi rekayasa perangkat lunak ICSE 2026 memberi nama untuk fenomena yang selama ini cuma jadi bahan candaan: vulnerable developer class, orang yang sanggup menghasilkan software yang jalan tapi tidak bisa men-debug atau mengamankannya. Amazon sudah lebih dulu merasakan akibatnya, dan solusi yang mereka pilih bukan berhenti memakai AI.

Empat Model AI Besar Rilis dalam Satu Minggu, dan Kenapa Kamu Tidak Perlu Ikut Pusing
Anthropic, Meta, Google, dan OpenAI sama-sama merilis model baru dalam satu minggu awal September. CNBC menyebut pembeli di perusahaan sudah terlalu lelah untuk membandingkannya, dan tiga tabel benchmark yang terbit di minggu yang sama masing-masing menempatkan vendornya sendiri di posisi teratas.