August 4, 2026visibility 42

Karpathy Bilang Vibe Coding Sudah Usang, Ini Pengganti yang Ia Sarankan

Satu tahun setelah menciptakan istilah "vibe coding", Andrej Karpathy menyatakan istilah itu sudah usang. Ia mengusulkan "agentic engineering" sebagai kerangka baru, di mana manusia tetap memegang kendali arsitektur dan AI menjalankan implementasi.

Karpathy Bilang Vibe Coding Sudah Usang, Ini Pengganti yang Ia Sarankan

Pada Februari 2026, hampir tepat satu tahun setelah menciptakan istilah "vibe coding", Andrej Karpathy menyatakan istilah itu sudah usang. Dalam sebuah unggahan di X, ia menulis bahwa pemrograman lewat AI agent kini menjadi alur kerja standar bagi para profesional, hanya saja dengan pengawasan dan pemeriksaan yang jauh lebih ketat. Ia lalu mengusulkan nama baru untuk menggambarkan pergeseran ini: "agentic engineering".

Karpathy pertama kali memperkenalkan "vibe coding" pada Februari 2025 sebagai cara ngoding baru, di mana developer sepenuhnya menyerah pada intuisi, merangkul kemajuan pesat AI, dan nyaris melupakan bahwa di baliknya ada kode yang sebenarnya berjalan. Belakangan ia sendiri menyebut unggahan aslinya itu sebagai "lamunan yang dilontarkan begitu saja tanpa banyak berpikir", meski istilah itu terlanjur menjadi nama yang pas untuk sesuatu yang dirasakan banyak orang pada waktu yang sama.

Bedanya Vibe Coding dan Agentic Engineering

Menurut Karpathy, vibe coding berarti mendeskripsikan apa yang diinginkan lalu menerima begitu saja hasil yang dikeluarkan AI. Pendekatan ini menurunkan batas masuk bagi siapa saja yang ingin membuat software, termasuk orang tanpa latar belakang teknis. Sebaliknya, agentic engineering berarti merancang sistem, mengarahkan agent, dan mengaudit hasil kerjanya, sehingga kualitas akhir tetap terjaga saat software itu benar-benar dirilis.

Karpathy merumuskannya secara spesifik: kata "agentic" dipakai karena kondisi normal yang baru adalah developer tidak lagi menulis kode secara langsung 99 persen dari waktu kerjanya. Yang ia lakukan adalah mengarahkan agent yang menulis kode, sementara dirinya berperan sebagai pengawas. Tema yang terus ia tekankan adalah arah, penilaian, dan selera teknis, tiga hal yang menurutnya tidak bisa digantikan AI.

Ia juga menegaskan bahwa tanggung jawab tetap ada di tangan developer. Menggunakan AI untuk ngoding bukan alasan untuk memaklumi celah keamanan yang muncul di hasil akhir. Developer tetap bertanggung jawab penuh atas software yang ia rilis, persis seperti sebelum era AI coding tools ada.

Skill Developer Justru Makin Menentukan Hasil

Poin menarik lain dari Karpathy adalah soal siapa yang paling diuntungkan dari agentic engineering. Ia mencatat bahwa di level tertinggi, penguasaan teknis justru menjadi pengganda hasil kerja yang lebih besar dibanding sebelumnya. Developer yang benar-benar memahami arsitektur sistem bisa memanfaatkan sekumpulan AI agent untuk mencapai produktivitas 10 sampai 100 kali lipat, sementara developer pemula hanya akan menghasilkan kode yang salah dengan kecepatan lebih tinggi.

Pergeseran ini bukan cuma wacana di atas kertas. Karpathy memaparkannya secara lebih luas dalam sesi bincang bersama Stephanie Zhan di Sequoia Capital AI Ascent 2026, dengan garis pemisah yang tegas antara dua hal yang sering dianggap sama oleh banyak orang: vibe coding menaikkan batas bawah siapa yang bisa membuat software, sementara agentic engineering menaikkan batas atas kualitas software yang dihasilkan. Pada Mei 2026, Karpathy bergabung dengan Anthropic untuk membangun kembali tim riset pretraining dari dalam, membawanya lebih dekat ke sistem yang selama ini ia bicarakan.

Kenapa Ini Relevan Buat Pemilik Bisnis, Bukan Cuma Developer

Pergeseran dari vibe coding ke agentic engineering sebenarnya menjawab kekhawatiran yang selama ini muncul soal AI coding tools: hasil yang cepat tapi rapuh karena minim pengawasan. Prinsip "arahkan dulu, baru eksekusi" yang ditekankan Karpathy ini sejalan dengan cara kerja mode PLAN dan BUILD di TanpaNgoding AI, di mana rencana AI bisa direview dulu sebelum project benar-benar dibangun, alih-alih langsung menerima apa pun yang dikeluarkan AI tanpa pemeriksaan.

Buat pemilik bisnis yang tidak punya latar belakang teknis, pergeseran ini juga jadi pengingat bahwa kecepatan bukan satu-satunya ukuran. Sama seperti yang sudah dibahas dalam artikel soal vibe coding yang makin matang, struktur dan pengawasan tetap jadi syarat wajib, bukan pelengkap, kalau aplikasi yang dibangun benar-benar mau dipakai untuk operasional bisnis nyata.

Mau bikin aplikasi seperti ini?

Ceritakan kebutuhanmu satu prompt — AI TanpaNgoding membangun aplikasi web lengkap dengan admin panel, database, dan siap publish.

Mulai Bikin Gratis arrow_forward