Advanced Options: Atur Layout Admin & Database Sebelum Mulai Build
Sebelum klik Create Project, kamu bisa atur dulu tampilan admin panel, layout halaman login, sampai pilihan database dan framework lewat panel Advanced Options.

Bukan Cuma Isi Nama Project
Sebelum lanjut, pastikan kamu sudah tahu cara bikin project baru dan mengirim prompt pertama — baca dulu Tutorial: Bikin Aplikasi Toko Kue Online dari Nol Pakai TanpaNgoding AI kalau belum. Artikel ini fokus ke satu bagian yang sering terlewat: panel Advanced Options di modal Create New Project.
Kebanyakan orang langsung isi nama project dan klik Create Project. Padahal ada beberapa pengaturan penting yang bisa kamu tentukan dari awal, supaya tidak perlu diubah manual belakangan lewat prompt ke AI.
1. Buka Panel Advanced Options
Di modal Create New Project, setelah isi nama project, klik teks Advanced Options untuk membuka semua pengaturan tambahan.
2. Pilih Layout Navigasi dan Login Admin Panel
Setelah terbuka, kamu akan melihat semua pilihan sekaligus: Admin Navigation Layout (Sidebar atau Top Bar) menentukan posisi menu di admin panel, dan Admin Login Layout punya tiga gaya — Panel (kartu di tengah), Split (tampilan dua kolom), atau Spotlight (hero besar plus form). Di bawahnya ada pilihan Database dan Framework.
3. Database: SQLite Aktif, MariaDB dan PostgreSQL Masih Segera Hadir
Saat ini pilihan database yang bisa langsung dipakai baru SQLite. MariaDB dan PostgreSQL sudah terlihat di daftar tapi masih diberi badge Soon, jadi belum bisa dipilih.
4. Contoh Kombinasi: Top Bar, Split, dan Laravel 13 + Blade
Semua pilihan ini saling independen, jadi kamu bebas kombinasikan sesuai selera. Contohnya, kamu bisa pilih navigasi Top Bar, halaman login gaya Split, dan framework Laravel 13 + Blade seperti gambar berikut. Kombinasi ini langsung memengaruhi tampilan admin panel begitu project selesai dibangun, jadi tidak perlu ganti tema manual lewat chat.
Ringkasnya
Panel Advanced Options berguna kalau kamu sudah punya gambaran jelas soal tampilan admin panel yang diinginkan sebelum AI mulai membangun project. Kalau belum yakin, tidak masalah juga dilewati saja — semua pengaturan ini pakai nilai default yang sudah teruji (Sidebar, Panel, SQLite, Laravel 13 + Livewire), dan tetap bisa kamu minta ubah lewat chat kapan saja setelah project jadi.
Sudah tahu cara login ke admin panel hasil build-nya? Baca Tutorial: Cara Login & Kelola Data Lewat Admin Panel Project Kamu.
Artikel Terkait

Tutorial: Bikin Aplikasi Toko Kue Online dari Nol Pakai TanpaNgoding AI
Panduan step-by-step bikin aplikasi toko kue online sederhana — dari buka builder, kirim prompt, sampai preview jadi — tanpa nulis kode sama sekali.

Tutorial: Cara Login & Kelola Data Lewat Admin Panel Project Kamu
Setiap project TanpaNgoding AI otomatis punya admin panel siap pakai — pelajari cara login, dapatkan credential default, dan kelola data CRUD lewat dashboard admin.

Chat dengan AI Makin Panjang, Hasilnya Makin Melenceng: Kapan Sebaiknya Kamu Mulai Sesi Baru
Riset Microsoft dan Salesforce terhadap lebih dari 200.000 simulasi percakapan menemukan performa AI turun rata-rata 39 persen saat instruksi diberikan sedikit demi sedikit dalam satu chat panjang. Kabar baiknya, solusinya sederhana: tahu kapan harus berhenti menambal dan mulai sesi baru.

Prompt yang Bagus Itu Bukan yang Paling Panjang: Tiga Hal yang Terbukti Bikin AI Paham Maksud Kamu
Riset terhadap 265 percakapan developer dengan ChatGPT menemukan bahwa panjang prompt bukan penentu hasil. Yang menentukan adalah seberapa jelas tujuannya, seberapa lengkap konteksnya, dan apakah kamu memberi tahu AI cara mengecek hasilnya sudah benar.

TanpaNgoding AI v2 Resmi Rilis: Bikin Aplikasi Lebih Hemat Token dan Bebas Pilih Teknologi
TanpaNgoding AI v2 bikin proses membuat aplikasi jadi lebih pintar, lebih hemat saldo token, dan nggak lagi terpaku ke satu jenis teknologi. Aplikasi yang sudah online juga lebih aman dari gangguan saat kamu sedang mencoba perubahan baru.

Riset ICSE 2026: Muncul Kelas Baru Pembuat Aplikasi yang Bisa Bikin tapi Tidak Bisa Memperbaiki
Sebuah riset yang dipresentasikan di konferensi rekayasa perangkat lunak ICSE 2026 memberi nama untuk fenomena yang selama ini cuma jadi bahan candaan: vulnerable developer class, orang yang sanggup menghasilkan software yang jalan tapi tidak bisa men-debug atau mengamankannya. Amazon sudah lebih dulu merasakan akibatnya, dan solusi yang mereka pilih bukan berhenti memakai AI.